Mereka orang berbeda tetapi pendapatnya selalu sama, ntahlah aku tak mengaggapnya hal yang serius itu hanya candaan bukan ?
Ya kami sempat berkomunikasi lagi, hanya bertegur sapa biasa menanyakan hal yang memang tidak penting, dia masih mengenaliku, dia tidak berubah, hanya saja obrolan kami sedikit lebih dewasa, aneh rasanya dulu kami hanyalah remaja biasanya yang suka bercanda satu sama lain, berlari di koridor saat jam kosong atau bahkan hanya duduk di dalam kelas berdiam diri atau mengobrolkan hal yang terbilang receh.
Sekarang sudah sembilan tahun, jika di tanya apakah aku masih menyimpan rasa yang sama ? ku jawab dengan ragu entahlah, mungkin aku mengaguminya, mungkin tapi sekarang aku lebih berpikir realistis, aku dan dia merupakan dua pribadi yang berbeda, kasta yang berbeda.
Hi jika kau menemukan ini suatu saat nanti kau bisa menemukan beberapa tulisanku tentang dirimu. kau peran utama di blog ku. saat aku menulis ini aku sedang mengenangmu mengenang kedekatan kita, aku selalu suka mengulangi kisah kita tanpa bosan, mungkin ku jabarkan saja di halaman ini.
Aku ingat dengan jelas bagaimana kita dekat dulu, 18 agustus tahun 2008 jika aku tidak keliru, saat itu di sekolah kami sedang mengadakan lomba memperingati perayaan HUT RI, aku menjabat sebagai seksi absensi di kelas, dan hari itu aku bertanggung jawab untuk memastikan semua teman sekelasku tetap berada di kelas selama persipan lomba.
Kau salah satu murid yang cukup bandel, kau ingin keluar kelas saat itu tapi aku melarang mu karna jika kau keluar aku bisa saja mengubah absen mu menjadi alfa.
Ntah aku yang geer atau memang begitu, kau mengedipkan sebelah matamu. sungguh aku tertawa mengingatnya saat ini, aku cukup terpesona saat itu, padahal sebelum itu kau membuatku jengkel aku ingat dengan jelas kau mengejek ku karna aku batuk di kelas.
Setelah kejadian Agustusan kita semakin dekat karna aku memilik rasa padamu jadi aku mencoba berteman denganmu, semua teman ku menyadarinya. aku tidak tau kau menyadarinya atau tidak. Yang aku tau salah satu teman kita mengatakannya padamu kalo aku menyukaimu, aku sedikit malu tapi nyatanya kau tidak terganggu dengan hal itu dan kami semakin dekat, bercanda di kelas berlarian di koridor saat jam kosong, aku mengingatnya.
Kenaikan kelas pun telat tiba, aku kelas B dan kau kelas D tapi gosip beredar kau akan pindah ke kelas B mungkin karna saudaramu berada di kelas yang sama denganku. kedekatan kami tetap terjaga terkadang aku meminjam buku mu untuk menyalin catatan atau mengobrol di banku.saat aku terpilih menjadi kandidat ketua osis dan di beri tugas untuk mendesain pin aku meminta bantuanmu untuk menggambar, aku tau kau sangat jago menggambar.
Kau semakin dikenal, banyak siswi yang menyukaimu, termasuk temanku sendiri, salah satu temanku yang lain mengira kau memliki perasaan juga karna kita sangat dekat, ada orang yang mengira kalau kita berpacaran, aku tertawa mendengarnya, aku tau kau.
Kau ingat saat itu aku meminta mu untuk mengajak ku pulang bersama setelah pulang praktek renang, tapi dengan mendadak ternyata kau mengirimku pesan untuk berangkat bersama dan kau menunggu ku di gerbang sekolah, aku tak tahu karna saat itu aku tidak membawa hp ku, aku tidak tahu kau mengirimku pesan, saat bertemu di kolam renang aku memastikan kembali apa kita akan pulang bersama, ternyata kau sudah ada janji dengan teman mu yang lain, aku tak keberatan dengan hal itu. aku pulang bersama teman ku yang lainnya dengan menaiki angkot. dan ku lihat kau mengirimi ku pesan dan beberapa miscall memberitahukan kalau kau menunggu ku di gerbang sekolah. kenpa kau tidak mengatakannya saat di kolam kalau kau menunggu ku di gerbang.
Kelas 9 kita kembali satu kelas. kau semakin di gandrungi siswi di kelas, aku semakin tahu diri, mereka murid hits sama seperti mu, aku hanya murid biasa yang malas jika harus bergaul dengan mereka, aku sempat berpikir kalau kau sudah melupakanku. perteman kita tidak terlalu dekat seperti tahun sebelumnya.
Ujian praktek seni budaya pun tiba, aku memilih seni menggambar dan kau seni musik memainkan sebuah gitar, aku cukup kebingungan saat itu karna aku tidak pandai menggambar aku hanya bisa menggambar seekor merak itu pun aku membutuhkan sebuah latihan tapi tanpa aku sadar kau menghampiri bangku ku kau menawarkan agar kau saja yang menggambar, dengan senang hati aku menerimanya, semuanya ku serahkan pada mu mau kau apakan kertas gambarku yang hanya ada seekor merak.
Di ujian praktek IPA kita satu kelompok lagi hasil paksaan mu pada guru IPA agar kau masuk ke kelompok ku. ntah kenapa kau ingin satu kelompok dengan ku.
Perpisahan, ini tahun terakhir kita bisa berteman dengan dekat ku habiskan waktu bersama teman ku yang lain saat acara, di akhir acara perjalan pulang, aku sempat bercanda untuk menjajani ku dan karna aku bercanda aku tak ikut turun bus dengan mu, saat kau kembali kedalam bus kau sudah membawa satu kresek berisi dua buah eskrim. aku malu aku hanya bercanda saat itu tapi kau baik mau memberikannya. terima kasih untuk semuanya untuk cerita indah di masa putih biru ku.
Majalaya 12 agustus 2020
Komentar
Posting Komentar