Langsung ke konten utama

Postingan

My Sweetnest Sin

I want to feel your skin on mine, not just in passing, but in a slow, deliberate collision Let your hands explore the silence between us, let your breath claim every inch of space I try to hold and Let the world fade away while your heartbeat finds its rhythm against my chest. Pull me closer until the tension breaks into heat, until every touch feels like a confession we’ve both been dying to make.   And I don’t want this fire to be a fleeting spark — I want it to live in us, every single day, steady and undeniable. I want to wake up knowing that the same restless pull still exists, that the same electricity hums beneath our skin whenever our eyes meet. Let our desire be something constant, not loud but deep — a current only we understand. I want to crave you in the quiet mornings and the heavy midnights alike, to feel that familiar rush knowing it’s you who sets my pulse racing. Let this hunger be ours alone, returning again and again, like a promise our bodies remember even befor...
Postingan terbaru

Almost

 Ada pertemuan yang datang tanpa rencana, tumbuh tanpa janji, dan bertahan tanpa arah yang jelas. Aku bertemu seseorang di fase hidup ketika aku sedang belajar memahami diriku sendiri. Tidak pernah ada kesepakatan tentang apa yang sedang dijalani, namun entah mengapa, kedekatan itu dibiarkan tumbuh lebih lama dari yang seharusnya. Kedekatan itu terasa nyata. Ada percakapan yang mengalir, tawa yang terasa ringan, dan pemikiran yang membuatku merasa dimengerti. Seseorang itu hadir dengan caranya sendiri—cukup dekat untuk membuat nyaman, namun tidak cukup jelas untuk disebut sebagai tujuan. Sebagai perempuan dewasa, aku sadar bahwa perasaan tidak pernah bisa berjalan berdampingan dengan ketidakpastian terlalu lama. Di titik tertentu, aku mulai berharap. Dan bersamaan dengan itu, aku juga mulai lelah. Bukan karena menginginkan terlalu banyak, melainkan karena menunggu sesuatu yang tidak pernah benar-benar dijanjikan. Aku sempat percaya bahwa memahami dan bertahan adalah bentuk kedewasa...

Labuhan Harapan

Aku bertemu dia bukan di masa kecilku, padahal kami tumbuh di lingkungan yang sama. Kami berjalan di jalan yang serupa, menghirup udara yang sama, namun waktu tidak pernah mempertemukan kami. Kami baru saling mengenal ketika hidup sudah membawaku menjauh dari tempat itu, lewat layar kecil dan percakapan biasa yang perlahan terasa istimewa. Aku tidak pernah menyangka bahwa wajah yang kini akrab di mataku sebenarnya pernah begitu dekat dengan masa kecilku. Adiknya adalah temanku, keluarganya bukan nama asing, namun dia— selalu luput dari ingatanku, seolah memang tidak ditakdirkan hadir di sana saat itu. Aku mulai merasa tidak asing dengannya bahkan sebelum aku tahu alasannya. Dan ketika benang-benang itu akhirnya terurai, aku hanya bisa heran: bagaimana dua orang bisa sedekat ini, tanpa pernah benar-benar bersinggungan sebelumnya. Aku menaruh perasaan padanya di saat aku merasa lelah dan takut memilih. Dia hadir dengan caranya sendiri— perhatian yang sederhana, kehadiran yang menenangkan...

Desire

 did you feel in love ? Aku menyadari satu hal, ketertarikanku terhadap pribadi yang berwawasan luas memang membuatku mengila, selama hidupku saat ini aku menemukan tiga orang berbeda yang membuatku merasakan satu perasaan yang sama. "desire" to life with it. hidup adalah perjalanan yang sangat panjang, menghabiskan waktu dengan orang yang kau tidak akan merasa bosan sepanjang menjalinnya adalah hal terpenting bukan ? I want spend my life with it talk about everthing what we had on our head, how I feel in love in every opinion you have, what we argue when I disagree,  pillow talk is a thing that I wait for... then we sleep after we had long conversation, its a beautiful thing I guess, wake up with a same feeling, start a day with desire. 

My Weakness

 I meet this guy 3 years ago  Dia selalu membuat ku kesal, menyebalkan. di matanya mungkin aku hanyalah wanita lemah, dan aku benci dengan anggapannya itu. you're fucking ashole but I can't hate you. berusaha untuk menjaga jarak dan emosional tak pernah berhasil untuk ku. tanpa terkendali semuanya mencair begitu saja and I hate this part. I can't deny it's to quiet without you, It's fucking crazy. You are my weakness

12 November 2020

Hari ini pertemuan kedua setelah 9 tahun. Honestly aku tak tau harus berbuat apa, bisa menatapmu dalam jarak yang cukup dekat sudah membuat ku senang. Tatapan mata yang selama ini ku rindukan sudah ku dapatkan walau hanya beberapa detik saja. Kau bener bener menghiasi hidup ku, aku tak menyangka kita bisa sedekat ini walau tak sedekat dulu, aku tau umur kita bukan lagi umur remaja yang berlari di koridor saat jam kosong tapi aku bersyukur menemukan sosok mu yang lebih dewasa. Bagi ku kau bukan hanya sosok yang biasa kau sudah lebih dari dewasa, cara mu memandang dunia membuat ku berpikir kau bukan hanya kau tapi kau di takdirkan sebagai penjaga. I'm proud of you. 

12 tahun berjalan

12 tahun lebih, dan aku mulai takut dengan perasaan ini, perasaan macam apa ini ? Kapan akan berhenti ?  3 tahun pertama bersama 9 tahun terpisah tanpa kabar berita Dan sekarang Kau pertemukan lagi.  Aku takut, aku hanya memupuk luka yang kapan saja bisa terjadi.  Aku masih merasa belum pantas tapi aku tak tahu bagaimana memantaskannya. Aku tau aku hanya seorang biasa yang ingin menjadi bagian dari mimpinya. Tapi aku sadar bukan seperti itu cara kerjanya.  Aku tak tahu akan seperti apa ceritanya, aku mencoba memungkiri perasaan ku agar aku baik baik saja saat yang ku idamankan tak ku dapat. Majalaya 27 oktober 2020