Langsung ke konten utama

Tuan Misterius II

Kurasa ini akhirnya, sejak ku tutup akun chatting dan meninggalkan pesan no telpon padanya,  he never call me or text me. This is be a answer he never serious with me.
Let I take my breath my deep breath.
I told you this the end of my story with him. Ya him Mr. mysterious.
He's gorgeous, kind, smart. One of my favourite .
Rangga seorang dokter yang sempat bertukar salam selamat pagi. Yang menjawab dengan sabar semua pertanyaan, yang berusaha membantu semampunya. Tak banyak canda yang kami bagi, dan aku bersyukur punya satu cerita denganmu, kau tau? Aku berterima kasih sudah membawaku sedikit mengenalmu, walau aku tak bisa memasuki dunia mu, terimkasih karna selalu sedia menjawab setiap hal yang ku tanyakan, aku masih berharap kami bisa berjumpa suatu saat, tapi apakah itu mungkin? Saat semuanya terputus. I mean you never call me or text me dan satu satunya aplikasi chatting yang kita gunakan sudah resmi di tutup.
Masih banyak hal yang ingin ku diskusikan bersama,  masih banyak hal yang ingin ku dengar dari mu, pengalaman mu, cerita menarikmu di tanah timur, dan perjalanan mu sampai sejauh itu. Ku do'akan semoga kau menjadi orang yang sangat bermanfaat bagi semua orang, tetap menjadi baik dan ramah pada semua orang.aamiin

Teruntuk a Mysterious doctor


Aku menulis ini tahun lalu 4 juli 2019 I posted 12 jully 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Labuhan Harapan

Aku bertemu dia bukan di masa kecilku, padahal kami tumbuh di lingkungan yang sama. Kami berjalan di jalan yang serupa, menghirup udara yang sama, namun waktu tidak pernah mempertemukan kami. Kami baru saling mengenal ketika hidup sudah membawaku menjauh dari tempat itu, lewat layar kecil dan percakapan biasa yang perlahan terasa istimewa. Aku tidak pernah menyangka bahwa wajah yang kini akrab di mataku sebenarnya pernah begitu dekat dengan masa kecilku. Adiknya adalah temanku, keluarganya bukan nama asing, namun dia— selalu luput dari ingatanku, seolah memang tidak ditakdirkan hadir di sana saat itu. Aku mulai merasa tidak asing dengannya bahkan sebelum aku tahu alasannya. Dan ketika benang-benang itu akhirnya terurai, aku hanya bisa heran: bagaimana dua orang bisa sedekat ini, tanpa pernah benar-benar bersinggungan sebelumnya. Aku menaruh perasaan padanya di saat aku merasa lelah dan takut memilih. Dia hadir dengan caranya sendiri— perhatian yang sederhana, kehadiran yang menenangkan...

Almost

 Ada pertemuan yang datang tanpa rencana, tumbuh tanpa janji, dan bertahan tanpa arah yang jelas. Aku bertemu seseorang di fase hidup ketika aku sedang belajar memahami diriku sendiri. Tidak pernah ada kesepakatan tentang apa yang sedang dijalani, namun entah mengapa, kedekatan itu dibiarkan tumbuh lebih lama dari yang seharusnya. Kedekatan itu terasa nyata. Ada percakapan yang mengalir, tawa yang terasa ringan, dan pemikiran yang membuatku merasa dimengerti. Seseorang itu hadir dengan caranya sendiri—cukup dekat untuk membuat nyaman, namun tidak cukup jelas untuk disebut sebagai tujuan. Sebagai perempuan dewasa, aku sadar bahwa perasaan tidak pernah bisa berjalan berdampingan dengan ketidakpastian terlalu lama. Di titik tertentu, aku mulai berharap. Dan bersamaan dengan itu, aku juga mulai lelah. Bukan karena menginginkan terlalu banyak, melainkan karena menunggu sesuatu yang tidak pernah benar-benar dijanjikan. Aku sempat percaya bahwa memahami dan bertahan adalah bentuk kedewasa...

My Sweetnest Sin

I want to feel your skin on mine, not just in passing, but in a slow, deliberate collision Let your hands explore the silence between us, let your breath claim every inch of space I try to hold and Let the world fade away while your heartbeat finds its rhythm against my chest. Pull me closer until the tension breaks into heat, until every touch feels like a confession we’ve both been dying to make.   And I don’t want this fire to be a fleeting spark — I want it to live in us, every single day, steady and undeniable. I want to wake up knowing that the same restless pull still exists, that the same electricity hums beneath our skin whenever our eyes meet. Let our desire be something constant, not loud but deep — a current only we understand. I want to crave you in the quiet mornings and the heavy midnights alike, to feel that familiar rush knowing it’s you who sets my pulse racing. Let this hunger be ours alone, returning again and again, like a promise our bodies remember even befor...